Rahasia Tuhan 11
Kamis, 26 Jan '12 18:44, dibaca 285 kali
Ada manusia serta kelompoknya yang fanatik bicara: " Agama saya benar, agama yang lain salah! " (mendahului rahasia Tuhan )
Ada manusia serta kelompoknya yang terlalu pluralis dengan bicara " Semua agama benar, banyak cara menuju Tuhan " ( sekali lagi , mendahului rahasia Tuhan )
Bisakah kita sebagai manusia tidak mendahului Tuhan? karena jelas ilmu Tuhan sangat rahasia sehingga para manusia paling bijak pun tak mampu menggali rahasia-NYA.
Dengan pemahaman ini dan agar kita sebagai manusia tidak mendahului Tuhan, bisakah kita berkata:
" Aku yakin dengan agamaku, tanpa menghakimi agama lain adalah salah? "
Bisakah kita menjalankan ini dengan tulus? ini kan bagian yang tersulit, rasa fanatisme dan pemikiran logika: " Bila ada satu yang benar , maka ada satu yang salah. Bila aku benar , maka kamu salah ".
Tidak sobat, dalam sudut pandang moral, tidak semudah itu.. kita jalani kehidupan kita yang nyata ( bahwa kita hidup di dunia untuk saling menghormati manusia lainnya, saling menjaganya, berbuat baik sesamanya, bahwa kita hidup di dunia harus berakhlak juga beribadah agar kelak dapat ridho nya )
Namun sebelum kita mati dan dapat " bocoran " rahasia dari Tuhan mana yang benar dan salah, kita jangan berasumsi.
Stop berasumsi, karena hanya akan menimbulkan rasa sentimen dalam hati. Kita harus bisa tepo seliro , toleransi setulusnya.
Sehingga terciptalah kekuatan identitas masyarakat bangsa Indonesia, kekuatan yang kita namakan:
" Bhineka tunggal ika "
salam
Tag: bhineka tunggal ika
Terkait:
-
Seandainya Motto Bhineka Tunggal Ika Benar-benar Terwujud
Minggu, 26 Sep '10 09:14 -
Warga Negara Kelas 2.. R U..??!
Jumat, 24 Sep '10 20:15 -
Kenapa Harus Begitu?
Jumat, 27 Agu '10 13:28
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Subroto: Menarik
-
Black Horse: Bagus
-
boiga: Menarik
-
mbah joebir: Bagus
-
ErwienSamantha: Inspiratif
-
Harlan Eryandi: Menarik

Komentar:
untuk membangkitkan rasa toleransi terhadap bangsa ini yang gampang sekali terprovokasi perihal agama. Tujuan utama agar masyarakat menyerap ketoleransian sehingga bila ada perusuh yang memang sengaja ingin membuat kerusuhan( dengan segala agendanya ) , tak akan mempan lagi pada masyarakatnya.
Karena kita sudah saling menghormati sesama manusia , harkat dan martabatnya. Tanpa melihat apa agamanya atau apa sukunya.
*asli ngakak beneran
tasyarakat gampang terprovokasi itu bukan karena merasa agamanya paling benar, tapi karena mereka tidak memahami agama.
Tanpa agama toleransi juga ada , makanya orang atheis pun sebenarnya bisa hidup berdampingan dengan orang beragama.
Prinsip yang harus dijaga dalam hidup berdampingan cuma satu saja . Anda boleh nyaman sepanjang tidak mengganggu kenyamanan orang lain. Itu prinsip toleransi.
Apakah penulis berasumsi bahwa kebenaran itu tidak bisa dikatehui di dunia ini..... melainkan setelah kematian nanti?
Apakah diasumsikan... manusia dibiarkan begitu saja tanpa petunjuk untuk mengikuti mana yang benar dan menolak yang salah?
Apakah klaim kebenaran oleh seseorang atau sekelompok orang akan serta-merta menimbulkan perseteruan dan kerusuhan dengan pihak yang menolaknya?
Bukankah diketahui bahwa Tuhan pun tidak memaksa agar petunjuk dan perintahnya harus dipatuhi?
Bukankah untuk sampai pada keyakinan tentang yang benar itu diperlukan perenungan dan pemikiran yang optimal dari daya pikir manusia? (meskipun saya berasumsi bahwa Tuhan tidak akan pernah membiarkan manusia tanpa petunjukNya)
*Tentu... saya sepenuhnya setuju pada prinsip saling menghormati dan toleransi dgn golongan yang berbeda keyakinan dengan kita.
Hal tersebut yang semakin menghilang di bumi Indonesia ini, Tepo seliro - Tenggang Rasa - Toleransi.
Silahkan login untuk memberikan pendapat