Percaya Diri 9
Minggu, 5 Feb '12 21:01, dibaca 262 kali
Percaya diri dan Partai Demokrat adalah dua hal yang sangat jauh berbeda, yang satu merupakan dua kata majemuk yang berarti percaya pada kemampuan diri dan satu lagi sebuah Partai Politik peraih suara terbanyak yang sedang berkuasa dinegeri ini. Hanya satu hal yang membuat mereka bisa disamakan, yakni sama-sama disingkat menjadi "PD" .
Sikap Percya Diri ini pulalah yang dipompakan oleh ketua Dewan Pembina Partai kepada kadernya. Dengan penuh Percaya Diri SBY menyatakan bahwa Partai Demokrat tetap eksis meski kini diterpa angin dan badai berupa kasus suap dan korupsi yang melibatkan kadernya dalam bulan-bulan terakhir ini.
"Partai Demokrat saat ini tetap eksis, masih mendukung pemerintah untuk menjalankan program-program bagi rakyat," kata SBY saat menggelar jumpa pers di kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor, Minggu (5/2).
Boleh jadi SBY benar dengan pernyataannya bahwa PD masih mendukung pemerintah, tapi satu hal yang beliau lupa adalah bahwa eksistensi sebuah partai bukan ditentukan oleh dukungan yang diberikannya kepada pemerintah, tapi sangat tergantung dari dukungan rakyat terhadap partai tersebut.
Partai Demokrat mendukung pemerintah merupakan sesuatu yang wajar, karena yang memimpin pemerintah ini adalah ketua Dewan Pembinanya, tapi apakah rakyat masih memberikan dukungannya terhadap Demokrat ? Sungguh sangat diragukan, karena menurut berbagai survey menunjukan indikasi bahwa tingkat elektabilitas publik terhadap PD melorot tajam.
Melunturnya dukungan rakyat terhadap Partai ini, bukan hanya karena banyaknya kader Demokrat yang terlibat dalam kasus suap Wisma Atelit dan kasus lainnya, tapi lebih disebabkan oleh cara rakyat memberikan simpatinya kepada Partai ini.
Ketika Demokrat hadir sekitar sepuluh tahun yang lalu bangsa ini sedang kehilangan kepercayaan pada Partai Politik yang ada dan sedang mencari sesuatu yang baru, partai yang ada saat itu dianggap sudah mengesampingkan aspirasi rakyat, maka dipilihlah salah satunya Partai Demokrat dengan harapan dapat dijadikan sebagai tempat menyalurkan aspirasi.
Dalam perkembangan selanjutnya, ternyata asumsi awal masyarakat pemilih itu keliru, setelah 2 priode bercokol dikursi kekuasaan, kader dan elite Demokrat ternyata tidak mampu memenuhi harapan rakyat. Pemberantasan Korupsi yang menjadi slogan saat kampanye bertolak belakang dengan prilaku beberapa Kadernya yang terlibat dalam kasus korupsi.
Mencuatnya kasus Centry dan statement beberapa elite Demokrat juga mencederai perasaan rakyat karena dinilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat kecil, termasuk diantaranya beberapa pernyataan saat adanya wacana membangun gedung baru DPR, dan saat terjadinya bencana alam dibeberapa daerah.
Rasa Percaya Diri terhadap eksistensi Partai Demokrat boleh saja diumbar saat ini, dan pada pemilu 2014 nanti rakyat akan membuktikannya apakah Partai Demokrat masih mampu meraih simpati rakyat pemilih.
Selamat berpikir.
Tag: Parpol
Terkait:
-
Dibawah Pohon Beringin
Jumat, 27 Apr '12 12:31 -
Serakah
Senin, 2 Apr '12 19:01 -
Perseteruan PKS dengan PD
Jumat, 23 Mar '12 04:09
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Harlan Eryandi: Menarik
-
Semar Mendem: Menarik

Komentar:
Harlan Eryandi: [itu yg paling pas ]
Pas dengan kondisinya kini
dengan jargon "Hati-hati dengan partai koruptor?"
Apa definisi partai koruptor?
Yaitu partai yang jajaran fungsionalnya banyak terbukti secara hukum melakukan korupsi.
Jangan pernah memilih presiden ataupun wakil rakyat 2 kali, karena yg kedua adalah usaha pengembalian modal dan kemudian mencari modal untuk investasi menjelang masa pensiun, kalau bisa sekalian warisan tujuh turunan........
Silahkan login untuk memberikan pendapat