Kimar Sarah, Lelaki Tua Yang Sulit Dibujuk 7
Senin, 6 Feb '12 19:17, dibaca 368 kali
Seberapa besarpun nilai GANTI nya Kimar tetap merasa RUGI
Kimar Sarah, demikian nama lelaki tua itu, pensiuanan PNS ini menjadi "super star", kukuh dan sulit ditaklukan, karena sikap keras hatinya dalam mempertahankan hak atas tanahnya dijalan Soekarno - Hatta Pekanbaru.
Bermula dari rencana Pemda yang ingin memperluas jalan Soekarno - Hatta menjadi dua jalur, maka semua tanah yang ada disepanjang jalan tersebut dibebaskan oleh pemda dengan bayaran ganti rugi. Semua pemilik tanah merlakannya dan tidak ada yang menolak rencana pemda tersebut, kecuali Kimar Sarah.
Mengapa Kimar begitu ngotot mempertahankan sebagian dari tanahnya itu untuk dijadikan jalan ? Padahal tanah miliknya bukan hanya sejengkal, dan rencana pemda itu tidaklah membuat tanahnya menjadi habis terpakai. Masih bersisa banyak, bahkan mungkin beribu meter persegi.
Tapi itulah Kimar, dari awal dia sudah keberatan menjual tanahnya untuk dijadikan jalan, karena menurutnya jalan yang dibangun sekarang ini melenceng dari rencana semula yang katanya tidak sampai mengurangi jumlah luas tanahnya.
Berulangkali pemerintah melakukan pendekatan dengan Kimar, namun dia tetap tidak beranjak dari keputusannya, tidak bersedia menjual tanahnya untuk dijadikan jalan.
Saat Herman Abdullah menjabat Walikota Pekanbaru pernah berupaya membujuk Kimar, tapi sampai habis 2 priode masa jabatannya sikap Kimar tak jua melunak.
Waktu itu Kimar memang bersedia memberikan tanahnya tapi minta dibayar seharga tanah Gedung Dang Merdu yang terletak disamping Kantor Gubernur. Sesuatu yang tak masuk akal memang, tapi sekali lagi itulah Kimar, keras hatinya tak mampu dibujuk oleh pejabat setingkat apapun.
Sebenarnya berdasarkan UU No 2 Tahun 2011 tentang Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum, Pemerintah bisa saja mengambil paksa tanah tersebut. Tetapi pemerintah tidak melakukannya sehingga pembangunan jalan Soekarno - Hatta tidak selesai dengan sempurna.
Tidak dimengerti bagaimana toleransi yang diberikan Pemda kepada Kimar, apakah pemda sedang melakukan pendekatan secara persuasif, atau ada sesuatu yang menjadi senjata ampuh bagi Kimar sehingga dia begitu sulit dibujuk.
Belakangan ada perkembangan menarik, setelah mengikuti rapat dengan DPRD Riau dia sedikit agak melunak, namun tetap saja melakukan permintaan yang aneh. Kimar bersedia menjual tanahnya untuk pelebaran Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru, tapi tak hanya tanahnya yang terkena pelebaran jalan saja yang harus dibeli Pemda, melainkan seluruh tanahnya, termasuk tanah yang tidak terkena pelebaran jalan juga harus dibeli dan diatas tanahnya yang dibeli Pemda itu harus pula dibangun sebuah rumah sakit dan rumah sakit itu diberi nama ''Kimar Sarah''. Jika setuju barulah Kimar bersedia menjual tanahnya.
Barangkali Kimar memaknai kata GANTI RUGI yang ditawarkan Pemda itu dengan asumsi bahwa seberapa besarpun nilai GANTI nya dia tetap merasa RUGI.
Entahlah, tapi yang jelas Pemda sudah gagal membujuk hati warganya sendiri, sehingga memusingkan banyak pihak, termasuk pengguna jalan yang melintas didepan rumah Kimar ( Jl. Soekarno - Hatta Pekanbaru) , yang harus bersikap hati-hati karena jalannya mengecil dan sering terjadi kemacetan.
Tag: sosok
Terkait:
-
Walikota Pekanbaru
Jumat, 27 Jan '12 11:07 -
Jangan Cibirkan Esemka
Kamis, 5 Jan '12 08:49 -
Catatan Lung Bisar di Akhir Tahun
Minggu, 1 Jan '12 00:09
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
yusro: Menarik
-
losun: Menarik
-
boiga: Menarik
-
Whispering Wind: Menarik
-
Harlan Eryandi: Menarik
-
TTTH: Menarik

Komentar:
Ga ada cara yang lebih jelek apa...
*sok tau tingkat naga*
Silahkan login untuk memberikan pendapat