Susahnya Naik Transportasi Umum di Indonesia 2
Sabtu, 11 Feb '12 11:55, dibaca 442 kali
Jalanan Jakarta kerap macet, dan akan selalu begitu. Tapi bagi penumpang kendaraan umum, macet bukan lagi jadi masalah utama. Mereka lebih mengkhawatirkan masalah keselamatan, keamanan, serta kenyamanan waktu menumpang angkutan umum.
Toh untuk mendapatkan fasilitas itu, tidak hanya pemerintah saja yang harus berusaha memenuhinya, tapi juga si pengguna angkot, sopir, dan kondekturnya. Contahnya saja berita dari Tempo.co ini,
Hati-hati, Pria Ini Masturbasi di Busway
TEMPO.CO, Jakarta - Bagi para perempuan, berhati-hatilah jika berada di angkutan umum, terutama busway. Kali ini pelaku masturbasi di dalam busway sembari menempelkan tubuhnya ke penumpang perempuan.
Kejadian ini terjadi di busway jurusan Pulogadung-Dukuh Atas pagi tadi. Desy, 28 tahun, seorang penumpang menyaksikan bagaimana pria itu melakukan kejahatan asusila itu di atas busway. "Saya naik dari Halte Sunan Giri, Jalan Pemuda, sekitar jam 08.00," kata Desy kepada Tempo, Jumat, 10 Februari 2012.
Belakangan, pria itu naik dari halte busway LIA di Jalan Pramuka. Sejak masuk, kelakuannya sudah mencurigakan. "Enggak bisa diam," kata Desy. Awalnya dia berdiri di tengah-tengah, antara bagian perempuan dan laki-laki. Selanjutnya, dia merapat ke perempuan-perempuan yang berdiri.
"Dia sempat mendekat ke saya. Tapi karena saya pelototi, dia menjauh," kata Desy yang juga pegawai swasta itu. Si pria itu kemudian mencari korban lain. Dia berdiri di belakang seorang perempuan muda. "Posisinya seperti mau meluk dari belakang," ujarnya.
Desy awalnya menyangka pria berkulit gelap itu hendak mencopet. "Dia suka ngintip-ngintip HP orang, melihat apa yang ditulis," ujarnya. Petugas keamanan busway juga sempat menaruh curiga, tapi tidak melakukan apa-apa.
Kejahatan si pelaku terkuak ketika busway memasuki Halte Halimun di Jalan Sultan Agung. Dengan perlahan, pria setinggi 170 sentimeter itu menjauh dari kerumunan, mencari tempat yang lebih sepi. "Saya lihat, celananya sudah basah," kata Desy.
Pria yang mengenakan kaus lengan panjang abu-abu dan celana kargo biru tua itu kemudian menutupi bagian yang basah itu dengan tas ranselnya. "Saya jijik. Mau muntah," kata Desy menutup pembicaraan.
TITO SIANIPAR
Kondisi transportasi umum di Ibu Kota Negara saja seperti itu, apalagi yang di pinggiran kota dan daerah, tidak tertutup kemungkinan sama atau lebih parah.
Tag: Transjakarta, transportasi umum, asusila
Terkait:
-
Program Gratis Naik Bus Transjakarta
Senin, 27 Feb '12 13:29 -
Kopaja AC Tarifnya akan naik Rp 7.000
Kamis, 11 Agu '11 11:08 -
Surat Cinta untuk Transjakarta
Minggu, 27 Feb '11 09:59
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
The Crow: Penting
-
boiga: Penting
-
conscientizacao: Menarik

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat