Angie, Pintu Masuk Yang Terkunci 8

Rabu, 15 Feb '12 15:47, dibaca 478 kali

 

Angelina Sondakh, terdakwa dalam kasus suap wisma atelit, hari ini bersaksi untuk terdakwa Nazaruddin membantah seluruh keterangan saksi dan terdakwa tentang keterlibatanya dalam kasus tersebut.

Di depan majelis hakim, Angie membantah dirinya memiliki BlackBerry sejak tahun 2009. Namun dia mengakui bahwa foto yang di BlackBerry itu benar foto dirinya.
"Itu benar foto saya, tapi saya nggak punya BB," kata Angie.

Bukan hanya soal kepemilikan BB itu yang dibantah oleh Angie, tapi dia juga membantah kenal baik dengan Rosa, tidak pernah berkomunkasi dan tidak pernah berhubungan secara langsung.

Ketika hakim menanyakan prihal pesan singkat (SMS) yang dikirimkannya dengan isi mengajak Rosa mampir ke tempat penjualan Batik miliknya, dan undangan via SMS ke Rosa dalam sebuah acara dirumah mertuanya, Angie membatahan dengan alasan bahwa SMS itu dikirmkan melalui contact list yang ada dalam telepon genggamnya.

Bantahan demi bantahan dilontarkan oleh Angie, termasuk juga soal istilah apel malang dan apel Washington.

Angelina boleh saja membantah seluruh keterangan yang menyebutkan keterlibatannya, tapi majelis  hakim tentunya tidak akan berhenti hingga disitu saja. Demi kepentingan hukum, majelis bisa meminta kesediaan pihak RIM selaku operator BB untuk menjelaskan apakah Anggie memilik BB atau tidak.

Ada atau tidaknya komunikasi via BBM antara Rosa dan Angie juga bisa dibuktikan dengan meminta print out dari operator BB. Jadi keterangan Angie masih bisa dipatahkan dengan keterangan dari RIM.

Kemudian berkaitan dengan status Angie yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, selayaknya yang bersangkutan segera ditahan agar memudahkan pemeriksaan serta dapat menutup  kemungkinan Anggie menghilangkan barang bukti.

Upaya-upaya seperti itu pantas disegerakan sehingga Angie sebagai pintu masuk dalam kasus ini tidak terkunci rapat.

Keberadaan Angelina Sondakh dalam kasus ini sungguh sangat penting, dia merupakan kunci pembuka untuk masuk ketersangka lain yang diduga menikmati aliran dana suap dari anggaran pembangunan wisma atelit. Diharapkan pengadilan bisa membuktikan keterlibatan Angie. Jika pengadilan gagal mendapatkan keterangan yang sebenarnya, maka kasus ini akan menjadi gelap dan berhenti hanya sampai kepada tersangka yang sudah ada itu saja. Artinya kasus ini tidak akan terungkap secara tuntas.

 


Tag: Polhuk

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Last Man Standing 0 0
Sebagai aktris penampilannya seharusnya lebih baik, sutradara sebagai pembina dia yg kurang bagus alur skenarionya.

Berbohong itu sangat sulit karena perlu kecerdasan untuk menutupi logika agar tidak ketahuan. Paling aman ya bilang lupa. Lupa punya BB, lupa naruh BB, bilang BB hilang, atau digunakan oleh orang lain, dsb.

Asmarirahman 0 0
Last Man Standing: [Berbohong itu sangat sulit karena perlu kecerdasan ] termasuk kecerdasan menyembunyikan muka dari wajah BOHONG
Last Man Standing 0 0
Asmarirahman: Betul, daya ingat jika berbohong juga harus kuat. Kalau tidak pintar dan pelupa jangan berbohong, gampang banget ketahuan, ntar malu-maluin.
yusro 0 0
Angie akan konsisten bilang tidak.
Asmarirahman 0 0
yusro: [Angie akan konsisten bilang tidak] sama konsistennya dengan bunyi iklan yg ditayangkan TV itu
don espresso 0 0
yusro: kalau begitu pertanyaannya yang salah . Harusnya gini " Angie, Kami yakin bahwa Anda tidak terlibat kasus ini , betulkah kami ? ..nah silahkan konsisten dengan "Tidak!"
yusro 0 0
don espresso: He he he kalau pertanyaannya begitu, dia akan menggut-manggut...., tapi tetap bilang tidak. Karena dia memang sudah diprogram untuk bilang tidak : D
don espresso 0 0
yusro: Persisssssssssssssssssss !!!!! hehehe

Silahkan login untuk memberikan pendapat