Semar Mendem
Lahir di Tegal Jawa Tengah anak seorang supir dan ibu seorang yang buta huruf sebagai pedagang kecil dengan hidup pas-pasan, Cita-cita memperjuangkan amanat penderitaan rakyat. Pengalaman kerja sebagai buruh bikin petasan, jual koran di terminal, buruh pabrik di Cikande Serang, dan yang terakhir sebagai jongos pemerintah daerah.
Indonesia
Artikelnya:
- Awas Hati-hati, Orang Miskin tidak Boleh Sakit !!!!
- Mereka Jalan Kaki dari Rumah ke Rumah !!!
- BBM bersubsidi tidak ubahnya mensubsidi Maling, dan terkait Pilkada DKI satu serta Pemilu 2014
- TIDAK ADA ALASAN TARIF LISTRIK NAIK !!!!
- Terima Kasih Bung Fachri Hamzah, saatnya Anda menjadi Pahlawan
- Semua artikel »
Follower (9):
Komentar:
-
conscientizacao: hahahaha..........
»
- conscientizacao: SADIKIN.....? »
-
conscientizacao: Strategi PKS merupakan adopsi dari strategi Bani Nadir dan Bani Quraidhoh....
»
- Semua komentar »
- @manajemenpolitikgila »









Komentar:
Silahkan login untuk memberikan komentar.
salam kenal juga oom , ijin follow ya oom ... belum nulis . enak jadi komentator aja sementara ..hehehe
salam kenal juga Om Semar ^_^
alaikum salam. terima kasih untuk usahanya
salam kenal juga.... tapi saya masih muda... jgn panggil pak dong,..,.,,.
Maunya sih ninggalin komen, baca berulang kali kok ya tetep gak paham dengan tulisan warga.
maklum TKI yang sok sibuk mburuh...hehehe
haha..
lagi ngumpulin energi buat aktif lagi di sini..
salam balik. serem amat gan gambarnya
*salaman*
slm knal jg om...
salam juga
salam kenal juga om
Ma kasih atas ratingnya
salam
Sama-sama joega.
salam kenal juga mas....
salam kenal jugo .....
Salam kenal mas semar mendem......
Salam kenal kembali
salam kenal juga...
Inggih sami-sami pak, kulo nggih nyuwun pangapunten. . .
Salam kenal kembali kang Semar.
Yogya sbg "Cagar Budaya dan Politik Kerajaan" Indonesia" tentu harus dilatarikan di lingkungan istana. Tapi sebagai bagian dari NKRI, Yogya juga mesti mereformasi diri agar tidak hilang ditelan perubahan yang begitu kuat dan cepat melindas segalanya. Semuanya tentang bagaimana manusia (individu, masyarakat, bangsa) mampu menciptakan kesejahteraan di bumi dan di langit. Kan yang namanya "raja" atau "sultan" atau "gubernur" atau "presiden" perhatiannya mesti ke bawah terus (karena sudah di paling atas posisinya) --bukannya ke ujung hidung atau perutnya saja. Kalau tidak..., lenyap pun gak masalah asalkan manusianya masih mampu mengaktualisasikan semua potensinya utk meraih hidup lebih baik lagi.
Lho.... malah spt wejangan. Nuwun sewu nggih mas Semar. Selamat berkarya terus dan berbagi pengetahuan di P.