manajemenpolitikgila

Semar Mendem

Lahir di Tegal Jawa Tengah anak seorang supir dan ibu seorang yang buta huruf sebagai pedagang kecil dengan hidup pas-pasan, Cita-cita memperjuangkan amanat penderitaan rakyat. Pengalaman kerja sebagai buruh bikin petasan, jual koran di terminal, buruh pabrik di Cikande Serang, dan yang terakhir sebagai jongos pemerintah daerah.

Indonesia

www.omongkosong.com

Follower (9):

Komentar:

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan komentar.

don_moccacino don espresso 17 Jan 12, 11.35

salam kenal juga oom , ijin follow ya oom ... belum nulis . enak jadi komentator aja sementara ..hehehe

nurmarachman Juffrouw Nurma 10 Jan 12, 11.27

salam kenal juga Om Semar ^_^

mbahellxtr boiga 21 Des 11, 19.04

alaikum salam. terima kasih untuk usahanya : )

ponirannn Poniran Manttraguna 30 Okt 11, 14.52

salam kenal juga.... tapi saya masih muda... jgn panggil pak dong,..,.,,.

wonokromo pintu 19 Sep 11, 21.14

Maunya sih ninggalin komen, baca berulang kali kok ya tetep gak paham dengan tulisan warga.

maklum TKI yang sok sibuk mburuh...hehehe

ndableg ndableg 19 Jun 11, 10.32

haha..
lagi ngumpulin energi buat aktif lagi di sini..

pakcilik PakCilik 14 Jun 11, 12.29

salam balik. serem amat gan gambarnya : D

salwa wawajie 9 Jun 11, 15.51

*salaman*

yehezkiel the-PROfessor 8 Jun 11, 12.39

slm knal jg om...

sangkuni Why Young 6 Jun 11, 14.14

salam juga

HansG -Mafia hitam- 3 Jun 11, 21.22

salam kenal juga om: p

asmarirahman Asmarirahman 21 Mei 11, 18.58

Ma kasih atas ratingnya
salam

djibrieljd djibrieljd 19 Mei 11, 13.23

Sama-sama joega.

haqi Haki Rambu Anarki 15 Mei 11, 19.14

salam kenal juga mas....

dizzman Marshall Rommel 10 Mei 11, 10.19

salam kenal jugo ..... : D

lestari lestari 9 Mei 11, 12.58

Salam kenal mas semar mendem......

asmarirahman Asmarirahman 5 Mei 11, 23.30

Salam kenal kembali

isnan Last Man Standing 27 Apr 11, 16.39

salam kenal juga...

olas Black Horse 2 Apr 11, 2.55

Inggih sami-sami pak, kulo nggih nyuwun pangapunten. . . : D

zaputra mbah joebir 1 Apr 11, 15.00

Salam kenal kembali kang Semar.
Yogya sbg "Cagar Budaya dan Politik Kerajaan" Indonesia" tentu harus dilatarikan di lingkungan istana. Tapi sebagai bagian dari NKRI, Yogya juga mesti mereformasi diri agar tidak hilang ditelan perubahan yang begitu kuat dan cepat melindas segalanya. Semuanya tentang bagaimana manusia (individu, masyarakat, bangsa) mampu menciptakan kesejahteraan di bumi dan di langit. Kan yang namanya "raja" atau "sultan" atau "gubernur" atau "presiden" perhatiannya mesti ke bawah terus (karena sudah di paling atas posisinya) --bukannya ke ujung hidung atau perutnya saja. Kalau tidak..., lenyap pun gak masalah asalkan manusianya masih mampu mengaktualisasikan semua potensinya utk meraih hidup lebih baik lagi.

Lho.... malah spt wejangan. Nuwun sewu nggih mas Semar. Selamat berkarya terus dan berbagi pengetahuan di P. : )


Komentar-komentar sebelumnya ▾
Loading...
Tidak ada komentar lagi